Sesaat tak aku
sadari bila insan seperti dirimu pernah ada di depan mata
Sejurus aku
menatap fhotomu sungguh indah mempesona dan mengagumkan
Suatu saat aku
pinta sama yang Kuasa semoga hadirkan sosok itu di hadapku
Dan malam ini
puji syukur atas kehendak Mu yaa Rabb. ... Tlah hadirkan Dia
Pandangan
pertama sangat bermakna untuk rasa angan nan cinta dalam jiwa
Engkau begitu
indah di pandang, begitu sempurna untuk “memiliki seutuhnya”
Engkau cantik,
alhamdulillah engkau tutupi kecantikan itu dengan kerudungmu
Engkau manis, subhanallah
dan memberikan senyum manis itu untuk sesama insan
Engkau soleha,
Insyallah Iman dan Islammu memberikan kedamainan hati padamu
Sesempurna
insan hawa yang aku kenal, Dirimu sangat sungguhlah sempurna
Sesempurnakan
namamu “Putrie” akan kebaikan keikhlasan serta kethulusan
“Putrie” wajah
manismu saat ini akan terbenam dalam angan jiwa nan rasaku
Ijinkan aku untuk
selalu memuja dan memanjamu. ......
Malam dingin
dan waktu tak pedulikan sesaat jalan bersamamu
Tenang senang
nan haru di kala kau menatap dan bercanda bersamaku
Yakinkan
padaku ini bila dirimu nyata dan ada di depan mata sayuku
Dan ucap kata
lembut saat kau di sisiku. ... ....
Sadar aku
sadari bila aku bukanlah siapa dan apa bagimu
Pahami saat
kau tinggalkan malam ini dan terlupa di esok hari
Ku tahu aku
bukanlah siapa.....
Sayang. ....
Ingin aku ucap kata itu padamu namun tak berdaya
Cinta. .... Ingin
aku sapa kau dengan kata itu tapi tak ada waktu
Sehari
bertatap sejalan sekali akankah cukup untuk mengenal
Akankah sopan
untuk berkata jujur di atas bila kau tanya siapa aku
Namun hari ini
esok dan kapanpun aku slalu ada untukmu. ....
“Putrie”
Dari hati
lewat pandangan pertama aku memujamu
Aku mengagumi
keagungan nan keindahanmu
Tertarik rasa
jiwa hati ini untuk slalu mengenalmu
Adakah waktu
antara kita bila itu jua terbaik bagimu
Karena aku
terasa menyukai dirimu.....
“Semoga malam
ini saat jalan bersama dan walau tiada tempat serta singgasana yang pantas akan
menjadikan berkah dan sebuah silaturahmi yang kekal abadi, tertulis dari isi
hati yang membisu dan syair ini hanya untukmu Putri, Syiar terindah hanya
untukmu seorang, tercipta saat hadirnya dirimu hingga jalan bersamamu sesaat”
Tarakan, 03 September 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar